Manusia diberi amanat oleh Allah untuk membimbing umat agar mengenal dan tidak menyekutukanNya. Maka diturunkanlah panduan berupa Kitabullah (ilmu/ajaran/cahaya) yang diperankan oleh Nabi, Rasul dan Waliyullah sehingga disebut tali Allah. Sekalipun manusia bebas bertindak tapi bila lepas dari tali Allah maka jalan hidupnya akan tersesat. Sebaliknya dengan berpegang erat manusia akan selamat kembali ke asalnya. Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un.
Selasa, 21 Oktober 2014
HAJI YANG MABRUR
MANASIK HAJI BAGI BALITA
Anak-anak play group (PAUD) diajarkan manasik haji. Mereka menggunakan pakain ihram dan melakukan dari urutan awal sampai akhir. Mereka bersemangat mengerjakan ibadah tersebut didampingi oleh Ibu gurunya. Apakah layak anak yang masih kecil kita ajarkan ibadah yang begitu luar biasa. Sudahkah mereka diajarkan makna keimanan yang sebenarnya.
Apakah pelajaran yang diterima dari manasik haji tersebut dapat berpengaruh pada perilaku dan semangat hidupnya, mengingat mereka masih balita dengan kondisi yang masih labil. Apakah hanya kesengangan yang didapat karena bepergian bersama teman semacam wisata. Apabila mereka belum diajarkan makna haji yang sebenarnya, haruskah mereka diajarinya? Anak-anak diajari sejarah haji, pengertian haji, pengaruhnya setelah mengerjakan haji, dan lain sebagainya.
Ibadah haji dengan perjalanan yang sangat melelahkan dan dengan biaya yang tidak sedikit, sangat dirindukan bagi seluruh umat Islam. Di samping itu mereka meninggalkan keluarga dan sanak famili beberapa hari lamanya, sungguh suatu pengorbanan yang tiada taranya. Namun daya tarik yang luar biasa muncul dari setiap individu seseorang. Mereka sangat antusias ingin menjumpai makam manusia yang teragung dan mulia. Mereka ingin menjumpai tempat ibadah yang paling mulia. Mereka ingin selalu menjumpai Allah Yang Maha Mulia. Dan mereka ingin merasakan rekam jejak perjalanan yang paling mulia.
Orang-orang yang sudah mendapat gelar haji harus mempunyai perilaku yang dapat dicontoh kebaikannya. Kabah sebagai pusat ibadah haruslah dimaknai bahwa orang yang sudah haji dapat menjadi pusat ibadah juga. Orang tersebut mampu membawa masyarakat di sekitarnya untuk tunduk dan patuh pada perintah agama Islam. Mereka sudah melewati pendidikan rohani yang paling lengkap. Ibadah mereka dihargai surga dan mati mereka menjadi syahid.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar